Pages

Subscribe:

Selasa, 27 September 2011

Kasus pemanfaatan social media yang beredar saat ini

Media sosial sebagai marketing tool
Media sosial berkembang dengan sangat pesat, mulai dari yang  sifatnya komunikasi (blog, social networking, forum), multimedia (photo, audio video sharing), kolaborasi (wiki, social bookmarking), review, hingga hiburan (game online), semuanya berkembang dengan sangat pesat.  Twitter, Facebook, Koprol, Plurk, Digg, menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari – hari di jagad maya.
Media sosial ibarat virus yang menyebar dengan cepat, media sosial juga sudah menginfeksi brand – brand yang dulunya belum berminat untuk memaksimalkan media sosial. Semakin banyak saja brand yang terjun ke media sosial, mengingat pentingnya media sosial ini sebagai marketing tool. Bayangkan saja, sekarang banyak brand yang melakukan promosi & pemasaran via Facebook, Twitter, dll.
Hal ini disebabkan meledaknya pengguna media sosial, dan perusahaan tidak mau menyia-nyiakan peluang ini untuk menggaet target pasar. Bahkan banyak juga brand yang membentuk departemen tersendiri untuk memaksimalkan media sosial ini.
Melalui media sosial ini juga dapat dibangun relationship antara brand dan pelanggan & target pasar. Brand-brand semakin menyadari bahwa mereka dapat melakukan interaksi aktif dengan pelanggan melalui media sosial. Brand bisa mengobservasi apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan pasar, untuk kemudian menjawabnya dengan produk/layanan yang sesuai. Bayangkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh brand tersebut jika mereka harus melakukan riset tanpa bantuan media sosial.
Fase selanjutnya adalah membangun komunikasi dengan komunitas yang sudah terbentuk tadi, intinya adalah bagaimana mengelola komunitas tadi, tidak ada gunanya memiliki komunitas di media sosial jika tidak bisa mengelola mereka. Solid tidak nya komunitas brand tadi akan menjadi tolak ukur pendapatan brand di internet business.



Menurut saya penjualan atau berdagang menggunakan media social memiliki beberapa keuntungan diantaranya, apabila orang tersebut memiliki relasi yang menjadi distributor suatu product yang ingin diperdagangkan maka dapat menggunakan sistem penjualan pre order atau pemesanan yang dibatasi hingga tanggal tertentu, jadi sang penjual tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk menyetok barang, keuntungan berikutnya adalah dengan tidak perlu biaya yang cukup besar juga dan memikirkan biaya untuk menyewa gedung untuk berjualan.
Namun ada beberapa kerugian dari berjualan menggunakan media social, yaitu ada nya orang - orang iseng yang bertanya - tanya dan terus menganggu sang penjual tersebut hanya untuk check harga, namun dampak negatif yang terbesar adalah banyak nya toko - toko online palsu yang setelah sang pembeli mentransferkan uang kerekening mereka, namun barang yang dipesan tidak dikirim - kirimkan sehingga berdagang online susah untuk laku yang dikarenakan toko online tersebut kurang terjamin keamanan nya.......



Ada beberapa saran dari saya untuk melakukan pembeliaan dari media social :

- Apabila ingin membeli barang tersebut cari dulu asal - usul toko tersebut, seperti misalnya dikaskus, check pada bagian bawah apakah banyak orang yang menjadikan sang penjual menjadi recommanded seller
- Kalau ingin membeli sesuatu melalui media social usahakan check harga pasaran, jangan terlalu jauh dari harga pasaran, karena barang tersebut kurang terjamin keaslian penjualnya, yang walaupun barang sampai ditempat, namun tidak dijamin barang berkualitas seperti diharapkan...
- Dan masih banyak lagi yang bisa diperhatikan.....Sekian postingan saya......Semoga membantu ya.....Thx




Referensi = www.google.co.id


Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan internet

Saya ingin sedikit sharing tentang bagaimana pertama kali saya mengenal internet.....pengalaman pertama saya menggunakan internet dan memahami nya adalah saat saya duduk dibangku SMP kelas 3, sedikit roll back ya.....saat itu saya duduk di bangku sekolah dasar atau yang sering disebut SD. Saat itu saya melihat teman - teman saya berkumpul dan terlihat sangat seru membicarakan sesuatu, setelah saya mendekat saya melihat salah satu dari teman saya tersebut memegang sebuah vocer, terus terang saja pada saat itu saya belum mengerti apa - apa, dan saya pun tidak menghiraukan nya, namun setelah saya masuk ke tingkat SMP saat itu saya berada ditingkat 1 SMP saya bertemu dengan teman baru dan memang kami tidak terlalu akrab, namun waktu itu saya melihat mereka berkumpul dan asik membahas sesuatu setelah saya mendekat dan mendengarkan pembicaraan mereka, ternyata mereka sedang membicarakan sebuah game online dan pada saat itu pun saya masih belum mengerti apa - apa, namun hal tersebut mulai membuat saya bertanya - tanya, apakah begitu menariknya bermain game online sehingga teman - teman saya bermain game online tersebut. Nah pada saat saya beranjak kelas 3 SMP, kebetulan didekat rumah saya ada membuka sebuah rental komputer yang memang dibuat khusus untuk bermain game, dan di rental komputer tersebut ada game yang teman - teman saya bicarakan namun di rental komputer ini game tersebut belum dapat di connect kan ke internet karena rental komputer ini memang dibuat hanya untuk memainkan game - game offline saja, namun saya tidak mempermasalahkan karena saya memang ingin mencoba memainkan game tersebut dan yang lebih menyenangkan karena di rental komputer tersebut ternyata anak sang pemilik rental komputer sedang bermain game yang saya maksudkan, dan dia pun mulai menjelaskan dan menerangkan bagaimana game tersebut, dan tidak lama setelah dia menerangkan game tersebut saya mulai mencoba bermain game tersebut dan ternyata memang mengasyikan, semenjak saat itu saya mulai sering bermain ke rental komputer disebelah rumah saya tersebut, namun tidak lama sejak rental komputer tersebut dibuka, rental - rental PS2 disekitar rumah saya mulai sepi dan salah seorang pemilik rental PS2 yang berada di dekat rumah saya tersebut menyuruh sang pemilik rental untuk menutup usahanya, dan tidak lama setelah itu rental komputer tersebut pun ditutup. Namun seminggu setelah rental komputer tersebut ditutup, ternyata di dekat rumah teman baik saya terdapat sebuah warnet untuk game, dan setelah tahu berita tersebut saya segera meluncur ke TKP,dan mencoba untuk memainkan game yang teman saya bicarakan, ternyata memang game online ini jauh lebih asyik, namun memang untuk memainkan game online ini butuh dana yang tidak sedikit, minimal 50ribu rupiah setiap kali main, karena pada saat itu warnet masih sangat jarang dan game tersebut juga membutuh kan sebuah vocer untuk registrasi yang harga nya 10ribu rupiah dan hanya bertahan untuk waktu 12jam saja, setelah itu maka harus membeli vocer lagi untuk melakukan registrasi untuk memainkan nya, namun dari game online tersebut saya mendapat kan banyak hal - hal yang tidak saya ketahui sebelum nya dan juga dapat mencari teman, seperti yang saya alami dari teman yang bertemu melalui game hingga menjadi teman di real life, dan semenjak saat itu saya mulai mengenal internet untuk bermain game online, dan saya lama - kelamaan mulai mengenal penggunaan internet lain nya.